Tentang Sistem Ini

Bagaimana rute, waktu, dan biaya di aplikasi ini dihitung.

Pencarian rute

Rute dicari dengan algoritma Dijkstra di atas graf 402 halte dan 11 koridor (8 Feeder Angkot, 2 Teman Bus, 1 LRT). Setiap ruas (dua halte bersebelahan di satu koridor) punya bobot waktu tempuh + waktu tunggu, dan pencarian menemukan jalur dengan total bobot terkecil, termasuk kemungkinan pindah koridor/moda di tengah jalan (transfer jalan kaki, radius 500m).

Sistem menawarkan beberapa alternatif sekaligus: Rekomendasi (tercepat), Termurah, Paling sedikit transfer, dan bila tersedia jalur lain yang benar-benar berbeda koridornya, Lewat rute lain. Kendaraan pribadi selalu ditambahkan sebagai pembanding.

Waktu tempuh angkutan umum

Feeder Angkot & Teman Bus: kecepatan tetap per jam, 25 km/jam saat jam sibuk (07:00-09:00, 12:00-14:00 saat anak pulang sekolah, & 16:00-19:00), 32,5 km/jam di luar itu. Ini asumsi kota, bukan kecepatan per ruas jalan yang diukur.

LRT: memakai jadwal resmi (bukan asumsi kecepatan). Waktu tempuh antar stasiun dan jadwal keberangkatan diambil langsung dari data jadwal DJKA.

Waktu tunggu kendaraan baru: LRT memakai selisih ke keberangkatan terdekat di jadwal resmi. Feeder & Teman Bus memakai asumsi headway (12 menit Feeder, 15 menit Teman Bus), bukan data pengamatan lapangan, karena tidak ada data headway nyata untuk angkutan informal ini.

Kendaraan pribadi

Jarak & jalur digambar dari OSRM (mesin routing jalan raya publik, profil "driving") kalau tersedia, jalur jalan nyata, bukan garis lurus. Kalau OSRM gagal dihubungi, sistem jatuh ke estimasi garis lurus × 1,3 (faktor kelokan jalan).

Waktu tempuh tidak memakai durasi bawaan OSRM (itu mengasumsikan jalan lengang sesuai batas kecepatan, terlalu optimis untuk lalu lintas kota), dihitung sendiri dari asumsi kecepatan motor efektif: 20 km/jam jam sibuk, 28 km/jam di luar itu.

Biaya = estimasi BBM motor saja (~Rp250/km, dari asumsi 40 km/liter @ Rp10.000/liter), tidak termasuk parkir atau penyusutan kendaraan.

Tarif

  • Angkot Feeder: gratis
  • Teman Bus: Rp 5.000 sekali naik
  • LRT: Rp 5.000 antar-stasiun, Rp 10.000 ujung ke ujung
  • Pindah koridor/kendaraan pada moda yang sama: tidak ada tarif tambahan

Skor kenyamanan & keandalan

Diberi nilai 1-5 secara editorial per moda (LRT dinilai paling nyaman & andal karena berjadwal resmi; Feeder Angkot paling rendah karena angkutan informal tanpa data headway), bukan hasil pengukuran atau survei kepuasan penumpang. Dipakai untuk fitur "Sesuai Preferensi Saya" dan rekomendasi personal.

Rekomendasi personal (preferensi)

Halaman Preferensi membiarkan Anda menilai 5 kriteria (waktu, biaya, kenyamanan, aksesibilitas, keandalan) skala 1-5. Sistem menimbang ulang alternatif yang sudah dihitung sesuai penilaian itu, bukan pencarian baru, dan tidak memengaruhi rekomendasi umum (Rekomendasi/Termurah/dst. selalu sama untuk semua orang).

Keterbatasan yang perlu diketahui

  • Bukan rute belok-per-belok untuk kendaraan pribadi, OSRM dipakai untuk jarak & jalur, bukan navigasi turn-by-turn lengkap
  • Headway Feeder/Teman Bus adalah taksiran, bukan data pengamatan
  • Kecepatan angkutan umum seragam per koridor, bukan per ruas jalan
  • Skor kenyamanan/keandalan bersifat editorial, bukan hasil pengukuran
  • Beberapa halte masih menyimpang >50m dari jalur terekam